Kamis, 26 November 2015

Cerita Sex : Kenikmatan Yang Tak Terlupakan

Kenikmatan Yang Tak Terlupakan | Agen Poker Online Terpercaya


Seks pertamaku yang indah ternyata terus-menerus melekat dalam memori otakku, sehingga setiap habis menerima amplop hasil memberikan les privat, aku langsung menuju lokalisasi Kali Jodoh yang tidak jauh dari rumahku. Sampai-sampai aku merasa telah mahir sekali dalam urusan ranjang. Habis bagaimana nggak? Yang mengajariku adalah wanita-wanita senior yang handal dalam menservis lelaki.

Segala macam gaya sex sudah kulakoni, meskipun kadang aku harus hutang untuk mendapatkannya (yang ini kalau nggak kenal banget, nggak akan bisa). Tapi meskipun demikian kebiasaanku melantunkan, “Hallo-hallo bandung” versiku, tak kunjung padam. Kadang di kamar mandi, kadang di tempat tidur, malah kadang di WC sekolah pun kulakoni, terutama sehabis melihat pemandangan indah teman sekelasku yang wanita.

Setelah Lulus SMP, aku melanjutkan ke sekolah P di bilangan Jelambar, Jakarta Barat. Mula pertama masuk adalah saat yang paling menyenangkan. Aku mendapat teman baru yang cantik-cantik (yang cowoknya sih nggak usah diceritain), ditambah lagi dengan seragam celana panjang. Sepertinya aku semakin percaya diri untuk mendekati seorang wanita.

Tak lama waktu yang dibutuhkan untuk menunjukkan kepiawaianku dalam pelajaran. Aku menjadi bintang kelas yang banyak didekati teman-temanku, terutama yang hobinya nyontek. Untunglah di kelasku (Atau mungkin seluruh sekolah) 80% muridnya hobi nyontek, jadi stock teman tidak akan kehabisan dalam kamus kehidupanku.

Salah satu, eh salah dua dari sekian banyak temanku ada yang dandanannya bisa bikin senjata lelaki tegap. Namanya Jenny dan Lisa. Keduanya sahabat kental. Kemana pergi selalu berdua. Bahkan ke WC pun juga berdua, sampai seisi kelas memvonisnya sebagai pasangan Lesbian. Nah keduanya termasuk dalam siswi yang 80% tadi, sehingga tiap kali ada ulangan mereka selalu berada di dekatku.

“Witing tresno jalaran soko kulino.”

Keakraban akan dapat menimbulkan kasih sayang, ternyata benar dan terjadi padaku. Aku benar-benar Fall in Love kepada Lisa, tapi sayangnya kalau aku perhatikan justru Jenny yang ada perhatian denganku. Aku terjerat dalam cinta segitiga yang bikin pusing tuju keliling.

 Lisa memang lebih cantik dari Jenny. Itu menurutku, tapi body Jenny jauh lebih mantap dari Lisa. Kalau Lisa ibarat Paramitha Rusady, cantik, anggun tapi body agak payah, sedangkan Jenny ibarat Diah Permata Sari, wajah tidak terlalu cantik tapi dada dan pinggulnyaitu loh yang mantap.

Oh ya ada yang lupa, keduanya kalau sekolah mengendarai sedan keluaran terbaru, cuma waktu itu aku tidak tahu siapa yang punya diantara mereka berdua, sedangkan aku sekolah mengendarai kedua kakiku.

Sempat juga aku minder, tapi aku dapat menepiskan perasaan itu, apalagi saat Jenny mengundangku untuk mengajari Matematika yang katanya suka bikin dia demam, aku jadi tambah semangat.

Hari sabtu usai bubaran sekolah, aku ikut mobil mereka menuju rumahnya. Tiba di rumah Jenny, Lisa langsung pamit dengan alasan papinya menunggu di rumah. Satu point masuk memoriku. Berarti mobilnya milik Lisa, tapi melihat keadaan rumah Jenny yang cukup megah rasanya tidakmustahil kalau Jenny juga mempunyai mobil.

Aku menunggu di ruang tamu dan tak lama Jenny sudah keluar membawakan juice jeruk. Tapi bukan juice-nya yang jadi perhatianku, pakaiannya minim sekali.

Jenny hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, dan kaos oblong, sehingga waktu Jenny meletakkan gelas di meja, aku dapat melihat bulu ketiaknya yang sangat lebat, ditambah tonjolan dadanya yang sangat besar sepertinya sih dia tidak memakai bra. Karuan saja senjataku langsung bergerak mekar, menerobos hutan di sekitarnya.

Efeknya langsung aku merasakan sakitseirama dengan tertariknya bulu kemaluanku tersebut. Aku beringsut membetulkan letak senjataku.
“Gimana, La? Bisa langsung mulai nggak?” Jenny langsung pada tujuannya.

“Boleh, boleh,” aku langsung mengiyakan menutupi sikap grogiku.

“Sini dong! Gimana bisa ngajarin gua kalau berhadapan gini?” kata Jenny dengan nada manja.

Aku langsung beranjak, dan duduk di sebelah Jenny di sofa yang untuk 3 orang. Jenny mulai bertanya tentang pelajaran yang menurutnya agak sulit.

Aku menjelaskannya dengan dada bergemuruh, apalagi saat paha Jenny saling bertumpangan, celana pendeknya makin tertarik ke atas, sehingga pahanya yang putih dan mulus makin terlihat jelas. Konsentrasiku semakin buyar.

2 jam berlalu, Jenny mulai bosan, akhirnya kami hanya mengobrol. Ternyata Orang tua Jenny jarang ada di rumah. Pantas saja aku tidak melihat seorang pun di rumah sebesar ini, tanpa kuminta Jenny mulai menceritakan hal-hal pribadi tentangnya.

Kecanduannya akan ganja, pergaulannya dengan berbagai macam lelaki, jarangnya ada di rumah, dan masih banyak lagi yang intinya menjelaskan bahwa dia adalah salah satu sample produk broken home yang perfect.

Tapi yang menarik buatku adalah pergaulan bebasnya. Itu berarti aku juga bisa ikut termasukdalam salah satunya dan 100% Jenny sudah tidak virgin lagi.

Sementara Jenny nyerocos terus dengan ceritanya, otakku berfikir keras bagaimana cara menikmati keseksian tubuhnya. Sampai cerita Jenny habis dan aku pamit pulang, aku belum dapat menemukan caranya.

Tapi Iblis memang selalu memberikan jalan buat pengikutnya. Berawal dari acara sekolah, Jenny dan Lisa yang hobi nyanyi ternyata kesengsem dengan permainan jariku memetik senar-senar gitar.

Kunjunganku ke rumah Jenny pun berubah menjadi acara karaoke bersama dengan Lisa.Setelah lelah bernyanyi, Jenny beranjak ke kamar pribadinya dan membawa laser disc (dulu belum ada VCD) porno dan memutarnya.

Kami bertiga menonton bersama. Tak lama dari layar TV 29″ milik Jenny keluar gambar-gambar erotis yang membuat siapa pun akan naik tensi darahnya. Aku melihat Jenny dan Lisa memerah wajahnya, mungkin menahan nafsu, sedangkan aku sendiri sudah merasakan celana dalamku agak basah oleh pelumas yang keluar dari senjataku. Namun aku hanya diam dan berpura-pura bodoh.

“Lis, sini gua bilangin,” Jenny menarik tangan Lisa ke kamarnya.

Aku hanya bengong, entah apa yang dibicarakan mereka. Keluar dari kamar Lisa berpamitan pulang, aku bersorak dalam hati. Ini yang kutunggu.

Deru suara mobil di halaman luar menandakan Lisa telah pulang. Jenny menutup seluruh pintu dan jendela dan kembali duduk di sampingku. Pikiranku sudah membayangkan hal-hal yang indah. Pasti Jenny sudah tidak tahan.

Namun aku masih bertahan dengan sikap bodohku dan tetap memandang gambar demi gambar yang keluar dari layar TV. Meskipun seluruh aliran darahku telah bergerak ke arah penisku, dan senjataku sudah mengeras bagaikan batu, aku tetap bertahan karena aku mengenalkan diri kepada mereka sebagai lelaki yang tidak tahu apa-apa mengenai seks.

“Ehmm, serius banget sih La, emangnya belum pernah nonton film begini ya?” suara Jenny membuyarkan angan-anganku.

Bandar Blackjack - Dewagalau

“Iya,” padahal dalam hati aku bilang,

“Jangan kata nonton, ngelakonin aja sudah sering.”

“Loe, mau nggak gua ajarin!” goda Jenny.

“Apa?” aku pura-pura kaget.

“Iya, seperti di film itu.” balas Jenny.

“Tapi..” aku pura-pura semakin bodoh.

“Tenang aja lah,” Jenny kembali memberi semangat.

Melihat dari rayuannya yang berani, aku sudah bisa menebak pasti hal begini buat Jenny sudah biasa. Entah bagaimana mulainya, yang aku tahu kini aku sedang melaksanakan anganku, dan di hadapanku di permadani ruang tamu yang tebal telah tergolek tubuh indah putih yang selalu hadir dalam anganku saat onani.

Aku bertahan dengan sikap bodohku, meskipun Jenny sudah merangsangku dengan kebugilannya, aku hanya diam. Perlahan Jenny mencium bibirku. Tangannya melepas bajuku, belaian jarinya yang lentik di dadaku membuatku tak tahan.

“Ayo dong La,” tangannya menuntun tanganku ke dadanya yang membusung besar.

Aku dapat merasakan kelembutan dan kekenyalan dadanya di tanganku. Perlahan aku meremas buah dadanya. Jemariku menelusuri permukaannya mencari putingnya, tapi sulit sekali karena putingnya melesak ke dalam.

Gundukan buah dadanya belum mencuat seperti guru-guruku. Aku mencongkelnya sedikit dengan kuku. Begitu kudapatkan kupilin pelan ke kiri ke kanan. Jenny menjerit lirih.

Dia bergerak melepas celana panjangku, dan dengan tak sabar celana dalamku dilorotkan. Senjataku langsung mencuat ke atas bagai seorang prajurit tempur menunggu instruksi komandan.

“Ohh.. gila! La, punya loe gede banget,” Jenny langsung menggenggamnya dan mengocoknya halus.

Aku semakin tak tahan dengan kepura-puraanku. Aku mulai membalas serangannya. Lidahku mulai bergerak menelusuri lehernya yang putih dan jenjang, turun terus memutari dua buah gundukan besar dan kenyal.

Aku permainkan nafsu Jenny dengan tidak menyentuh puting dadanya. Lidahku hanya berputar di buah dadanya. Ternyata Jenny tak tahan.

“Putingnya, La!” tangan Jenny meremas kepalaku dan membimbing mulutku mengisap putingnya.

Kini aku bagaikan bayi mengisap puting buah dadanya, kiri dan kanan. Sesekali kutekan dengan lidah bahkan kugigit pelan. Jenny semakin merintih. Tangan Jenny bergerak menelusuri seluruh tubuhku sesuka hati.

Perjalanan lidahku sampai juga pada kemaluan Jenny yang ditumbuhi bulu lebat. Kusibak bulu-bulunya yang menghitam dengan lidahku.

Klitorisnya yang sudah mengkilap kujilati, dan kuhisap sedangkan kedua jariku asyik memilin kedua puting payudaranya. Jenny semakin merintih tidak karuan menahan gairahnya, sedangkan aku yang sudah terbakar masih sabar memberikannya kenikmatan sedikit demi sedikit, padahal kepala senjataku sudah penuh denganpelumas yang keluar. Nafsuku memang sangat tinggi terhadap Jenny, lain sekali dengan WTS yang kukencani.

Lidahku semakin dalam menelusup ke lubang kewanitaannya. Remasan Jenny semakin kuat di rambutku.

“La, gua udah nggak tahan,” suara Jenny terdengar terputus-putus, tapi aku masih terus berkutat dengan daging kecil di selangkangan Jenny.

Kadang kuhisap dengan kuat. Tapi tiba-tiba saja Jenny bangkit berdiri dan mendorong tubuhku, lalu dengan rakus dijilatinya seluruh tubuhku. Puting dadaku digigit-gigit sementara tangannya terus memainkan senjataku.

Bandar Qq - Dewagalau

Dan yang paling berkesan, dengan lahapnya Jenny melumat senjataku. Dikocoknya di sela-sela giginya yang putih. Aku mencoba bertahan dari rasa nikmat yang terus mengalir ke seluruh tubuhku. Aku tak mau dicap sebagai ayam sayur.

Akhirnya Jenny sendiri yang sudah tak tahan langsung menaiki tubuhku, dan dengan sekali sentakan pinggulnya ke bawah, amblaslah seluruh senjataku ke dalam lubang kewanitaannya yang sudah basah.

Aku menikmati remasan lembut di batang senjataku. Saat pinggul Jenny bergeraknaik turun, aku meremas dadanya, kadang meremas pinggulnya yang bahenol.

Memang lain sekali, jepitan kemaluan Jenny terasa erat mencengkram senjataku. Aku yang selama ini hanya main dengan WTS merasakan sekali perbedaannya. semakin lama gerakan pinggul Jenny semakin kuat.

Aku sudah tak tahan lagi, cepat-cepat kupegang pinggulnya, gerakannya terhenti. Lalu dengan cepat kuambil alih posisi.

Kini dengan posisi di atas, aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur, sambil terus bergerak mulutku menghisap buah dadanya sedangkan tanganku yang satu memilin-milin putingnya yang satu.

Ternyata jurusku cukup ampuh. Jenny menjerit lirih dan dengan hentakan keras pinggulku dan hisapan kuat di puting buah dadanya, Jenny mencapai orgasmenya.

Seluruh tubuhnya bergetar halus dan mengejang kaku. Bola matanya mendelik. Aku merasakan hangat di senjataku. Aku segera memacu pantatku lebih kuat. Jenny berteriak lirih agar segera menyudahi permainan.

“Achh, gua ngilu la, cepet.. keluarin.. jangan di dalam yah..” Aku mengerti perkataannya.

Saat aku merasakan spermaku sudah di ujung, kucabut senjataku dan dengan bantuan tanganku, muncratlah isi senjataku ke atas perutnya yang mulus.

Sejak saat itu tiap kesempatan, Jenny selalu mengundangku ke rumahnya untuk diajari matematika dan mati-matian dalam kenikmatan. Namun aku belum puas jika belum menaklukan Lisa. Aku akan terus berusaha untuk menaklukan sekaligus menyetubuhi Lisa, wanita impianku.

Rabu, 25 November 2015

Cerita Sex : Holiday Yang Memuaskan

Holiday Yang Memuaskan | Agen Poker Online Terpercaya


Cerita ini Berawal pada suatu hari (aku sudah lupa hari dan tanggalnya), saat itu aku sudah mulai bekerja di suatu perusahaan yang lumayan besar. Yang kuingat hari itu aku tidak masuk kantor berhubung sedang libur. Untuk mengisi kekosongan hari itu aku jalan-jalan ke Blok-M Plaza sendiri saja karena aku lagi tidak punya cewek (baru putus), iseng saja aku keliling sendiri mulai dari lantai bawah sampai ke lantai atas dan akhirnya aku stand by di bioskop Twenty-One.

Sambil asyik melihat poster-poster film, mataku jelalatan ke ke kanan dan kekiri kali-kali saja ada cewek yang mau nemenin aku nonton film. Tapi sepertinya hari itu hari sialku, karena kulihat tidak ada satu perempuan pun yang sendirian, semua perempuan yang datang ke situ semua bawa pasangan. Setengah putus asa kubeli saja tiket nonton, dalam hatiku bilang “Ya sudahlah.”

Setelah pintu theater di buka aku langsung saja masuk dan menunggu filmnya diputar. Waktu film hampir main tiba-tiba ada yang menegurku.

“Permisi Mas..!” Waktu kulihat ternyata yang ngomong adalah seorang perempuan dan kutaksir umurnya masih belasan.

Dia ternyata duduk di di sampingku, terus kubalas saja

“silakan ehm sendiri saja?” aku tanya begitu karena aku nggak lihat siapa-siapa lagi selain dia.
“Iya nih lagi iseng habis boring sih kalau dirumah.” Itu perempuan jawab sambil melihat ke aku.

Dalam hati aku berpikir,

“Nah ini dia, tadi dicari di luar nggak ada ehh.. nggak tahunya malah dapat di dalam.” Kuteruskan saja tanyanya,

“Kenapa kok di rumah bisa boring sih?”

“Ya.. bosen saja kalau hari libur gini, nggak ada kegiatan tuh!” Dia bilang sambil mulai makan popcorn yang dia bawa.

“Eh Mas mau?” dia menawarkan popcorn ke aku.

“Wah makasih deh nanti saja yah!” jawabku.

“Oo.. iya.. namaku Jimmy, nama kamu siapa kalau boleh tahu?” tanyaku.

“Namaku Reny, kamu sendirian juga Jim”, itu cewek tanya lagi ke aku.

“Iya habis sama seperti kamu, aku juga lagi nggak ada acara makanya aku nonton saja” sahutku.
Akhirnya kita berdua jadi ngobrol panjang lebar sambil menunggu film main. Pas film sudah main kukeluarkan Coca Cola kaleng yang kubeli di luar dan berniat untuk membukanya.

Entah kenapa tiba-tiba itu Coca Cola kaleng muncrat isinya pas kubuka dan airnya menyembur keluar mengenai badan Reny. Dengan reflek kukeluarkan saputanganku dan langsung membersihkan air Coca Cola yang ada di badan Reny sambil bilang,

“Waduh sorry berat nih sumpah aku nggak sengaja!” Waktu membersihkan, aku nggak sengaja menyenggol buah dadanya itu cewek. Wah ternyata walaupun nggak besar-besar amat tapi padat sekali.

“Enggak apa-apa kok Jim kan lu nggak sengaja ini!” balas Reny.

Berhubung si Reny diam saja waktu kesenggol buah dadanya, ya sudah aku lama-lamain saja membersihkan di bagian itu sambil sesekali coba meremas.

“Wah.. kok betah ya”, sahut Reny. Sambil belaga bodoh aku bertanya,
“Betah kenapa?”

“Itu tangan kok malah mainin buah dadaku”, kata Reny sambil menahan senyuman.

“Habis buah dada kamu ngegemesin sih, sekel banget Ren?” sahutku lagi.

“Iya dong kalau punya properti tuh kan harus dirawat biar bagus”, kata Reny lagi.

Di tengah film main aku iseng tanya begini,

“Ren dari pada di sini mending kita cari tempat saja yuk buat ngobrol?” Terus si Reny bilang,

Bandar Ceme - Dewagalau

“Ya sudah nunggu apa lagi Jim! Eh kamu bawa mobil?”

“Beres”, sambil kugandeng tangan Reny untuk keluar dari gedung bioskop. Sampai di mobil aku tanya ke dia,

“So kita mau kemana nih, Ren?”

“Ya terserah kamu saja kan kamu yang ngajak!” jawab Reny.

Akhirnya kuajak saja ke hotel yang terdekat yaitu ke Hotel Melawai. Singkatnya setelah semua urusan check in selesai dan kita berdua sudah sampai di kamar, aku tanya lagi sama dia,

“Ehm kita mau ngobrol atau mau ngapain nih?”

“Ngapain juga kita di sini cuma ngobrol doang Jim, kan aku juga tahu maunya kamu apa!” Reny bilang gitu sambil melepas baju kaos dan rok mininya. Wah bodinya lumayan oke juga nih walaupun wajahnya nggak begitu cantik sih.

Dia pakai bra sama CD warna hitam transparan jadi pentil buah dadanya dan bulu kemaluannya yang nggak begitu lebat kelihatan membayang.

“Buka dong baju kamu Jim terus kamu tunggu di tempat tidur, aku mau ke toilet dulu nih”, sambil berkata begitu dia masuk ke toilet dalam hatiku berkata,

“Sialan nih cewek aku di suruh-suruh bikin aku malu saja!” Tapi kubuka saja baju, celana jeans dan CD-ku yang pasti penisku sudah tegang menunjuk ke atas.

Timbul pikiran isengku,
“Si Reny ngapain yah di toilet, aku susul saja”, langsung saja aku susul dia ke toilet. Pas pintu kubuka ternyata dia lagi nyeboki vaginanya pakai shower sambil duduk di pinggiran bak mandi.

“Heei ngapain kamu masuk Jim bukannya nunggu di kasur?” dia berkata begitu sambil sedikit kaget.
“Habis kamu lama banget sih kamu lihat dong penisku sudah tegang berat nih.” Sambil aku acungi penisku ke muka dia.

“Hihihihi sudah horny yah aduh kasihan sini aku jilatin deh!” sambil dia mengelus-ngelus penisku.

“Kamu ngapain sih lama benar?” aku tanya gitu sambil menikmati elusan tangan dia di penisku.

“Terus terang Jim aku juga sudah horny waktu di bioskop tadi, sampai vaginaku basah jadi aku cuci dulu habis tengsin sih!” Setelah bicara begitu dia mulai jilat dan melamot penisku.

“Uhh… shhh… nikmat Ren…!” aku merasa penisku hangat sekali waktu dilamot sama Reny yang sesekali menggigit gemas penisku.

Sekitar lima menit Reny mengulum penisku sampai basah banget sama air liurnya, gantian aku yang beraksi.

Aku mainkan buah dadanya, pentilnya yang kecil dan berwarna coklat tua aku pelintir-pelintir terus yang satu lagi aku remas dengan gemas, kulihat si Reny merem sambil merasakan remasan tanganku. Setelah beberapa lama kusuruh saja si Reny menungging di dalam bak mandi karena aku mau main pakai dog style.

Berhubung nih cewek sepertinya sih “gampangan” jadi aku nggak mau menjilati vaginanya. Waktu dia menungging, busyeet.. pantatnya ‘bohai’ banget terus aku elus-elus tuh pantat yang bohai, mulai dari arah pinggang sampai ke bagian vaginanya yang kalau menungging gitu jadi kelihatan jelas semua isi di dalamnya, aku mulai mengelus-ngelus bulu kemaluannya yang jarang terus kebagian kelentitnya aku gesek-gesek sambil sesekali kumasukan jari tengahku ke lubang vaginanya yang sudah mulai basah.

“Ahh.. uhh.. shh… waw Jim nikmat Jim ah!” Reny mulai mendesah genit keenakan.

Setelah kurasa sudah cukup basah akhirnya kuarahkan penisku ke lubang vaginanya dan perlahan kudorong maju

“Slebbbb!” Penisku masuk semua ke dalam vagina Reny karena memang sudah basah jadi nggak begitu susah.

“Aaww asshh shit ouhh Jimmy ahh!” Reny menjadi histeris setelah aku menggerakan pinggulku maju mundur perlahan.

Rasanya memang nikmat banget apalagi buatku yang sudah kira-kira dua minggu belum tersalurkan nafsu birahiku.
“Shh oohh.. Ahh!” aku mendesah sambil maju mundurin pinggulku dan tanganku memainkan pentil buah dadanya yang juga sudah mulai keras.

“Ahh uuhh shit, Jim aku mau nyampe nih ahh duhh waaww..!” sambil bicara begitu Reny menekan keras pantatnya ke belakang agar batang penisku masuk lebih dalam lagi ke dalam vaginanya.

Aku merasa ada cairan hangat yang membasahi batang penisku, ternyata si Reny sudah orgasme ini ditandai dengan kepalanya mendongak ke atas dan diserati desahannya,

“Auuhh shh Jim Oufff shh!” Langsung kucabut penisku dari vaginanya dan kugendong dia menuju ke tempat tidur yang nyaman. Aku rebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kujilati buah dadanya yang mantap dengan rakus.

Tiba-tiba aku punya ide dan aku langsung bangun dari tempat tidur menuju ke mini bar yang ada disamping TV. Aku buka kulkas dan kuambil juice jeruk.

“Kamu kok berhenti sih Jim..?” tanya Reny sambil masih celentang di tempat tidur. Aku jawab,

“Ada deh mau tahu saja!” Aku balik lagi ketempat tidur dan aku tuangkan juice jeruk tersebut ke buah dadanya, walaupun sampai tumpah ke kasur aku nggak peduli.

Habis itu aku mulai jilati buah dadanya dengan rakus sambil menikmati juice jeruk yang kutuang tadi.

“Ohh Jim.. geli geli Jim Ahh..” Reny mulai blingsatan nggak karuan sambil menjambak rambutku.

Aku terus jilat dan melamot buah dadanya sampai juice jeruk tersebut habis. Setelah itu aku buka pahanya lebar-lebar untuk kusodok dengan penisku lagi.

“Blesspp.. ahh.. Shh, ” aku mulai bergerak naik turun,

“Slebbb bless slebbb bless”, terdengar bunyi dari vagina si Reny yang sudah mulai basah lagi.

Reny yang sudah mulai horny mulai menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti iramaku. Ternyata si Reny memang ahli karena aku merasakan nikmat yang nggak ada duanya,

“Wahh Ren ahh kamu hebat Ren shh vagina kamu bisa nyedot ohh.. Shh”, ucapku keenakan.

Aku merasa kalau kali ini aku mau sampai,

“Ahh Ren.. aku mau keluar nih.” Reny mendorong tubuhku sambil bilang,

“Aku di atas deh.. Jim!” Kucabut penisku dan aku rebahan menggantikan si Reny yang sudah bangun dan langsung nangkring diatas perutku.

Reny mengarahkan penisku ke arah lubang vaginanya dan menekan ke bawah,

“Bleep ahh…” Reny kini yang aktif, dia bergerak ke atas dan ke bawah sambil menjambak rambutnya sendiri.
Tanganku yang bebas langsung bermain-main dengan buah dadanya yang sudah nggak karuan warnanya habis kucupangi tadi.

“Ahh duhh Jim.. gila nikmat benar shh ouhh”, Reny sedikit menjerit. Setelah sekitar 15 menit aku merasa sudah nggak tahan lagi untuk orgasme,

“Ouuhhfff Ren.. aku sudah nggak tahan nih shh”, aku cengkram pinggang Reny untuk melampiaskan perasaan nikmat.

“Jim kita keluar bareng ahh shh.. ouhh.. Jimm.. cret creet croot croot..!” Akhirnya kita berdua orgasme bersamaan, nikmat sekali yang kurasakan saat itu.

Setelah menikmati orgasme masing-masing kita tertidur sambil berpelukan.

Kita terbangun malam hari dan langsung berpakaian setelah itu langsung cabut. Ternyata hari libur aku nggak sesial yang kukira, malah aku dapat durian kecil yang sudah matang. 

Cerita Sex : Tetangga Kost Yang Memuaskan Nafsu

Tetangga Kost Yang Memuaskan Nafsu | Agen Poker Online Terpercaya


Cerita ini 1 tahun yang lalu,saat saya masih ngekost di kota D***. Pada saat itu saya baru kerja di sebuah kantor. Ditempat kost saya yang memiliki 12 kamar lengkap dengan WC/kamar mandi didalam dan teras masing-masing itu merupakan tempat yang asyik dan nyaman. Maksud saya asyik karena yang punya kost tidak tinggal disana,kadang sebulan sekali datang mengambil uang kost atau kadang jika ada perlu mengecek situasi kost.


kalau ada yang bertamupun bebas sampai tengah malam atau menginap asal gak brisik dan mengganggu penghuni kost yang lain tidak ada problem. pada saat saya masuk 10 kamar sudah huni orang.saya tinggal kamar paling ujung bersebelahan dengan kamar seorang mahasiswi di sebuah PTS,kira-kira 20 tahun.

sudah 1 minggu berlalu, saya belum begitu akrab dengan semua penghuni disitu, selain karena masing-masing kamar dibatasi dinding pembatas juga sibuk dengan urusannya masing-masing termasuk saya dan memang disitu sesama penghuni jarang ada yang mengobrol satu sama lain kecuali hanya say hello saat kebetulan ketemu.

Meskipun semua penghuni disana berstatus single tapi ada 6 pasangan yang sudah tinggal bersama, mungkin istilahnya kumpul kebo atau apa lah.

Hanya saya dan 3 cewek termasuk mahasiswi di sebelah kamarku yang tinggal sendiri, tapi kuperhatikan merekapun sudah mempunyai cowok atau minimal dekat cowok karena masing-masing sering dikunjungi teman cowok dan gak jarang menginap sampe pagi dikamar si wanita.

Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan kecuekan masing-masing karena asyik juga tidak ada yang saling mengganggu atau mau tau urusan orang, ya mungkin khas masyarakat perkotaan pikirku, tapi lama-lama mahasiswi dikamar sebelahku, sebut saja namanya putri, menarik perhatianku.

 Bukan saja wajahnya cantik, body yang langsing, tinggi sekitar 162 cm dan berkulit putih mulus,putri yang hari-harinya suka berpakaian seksi itu sering membawa laki-laki yang tidak sama menginap dikamar kostnya.saya pikir biasalah pergaulan bebas anak masa kini.

pada suatu hari lampu WC dikamar saya mati,saya naik keatas bak mandi dengan maksud mengganti bola lampu yang bisa dijangkau dari sini tanpa sengaja saya melihat retakan berupa lubang ditembok WC saya,lubangnya diatas dekat plafon. Iseng aku intip lubang itu dan sedikit kaget ternyata dari situ aku bisa melihat kedalam kamar putri tepat mengarah ke kasurnya.

Bandar Blackjack - Dewagalau

Pikiran iseng melintas diotak saya,bagai mana kalau saya intip saja putri dengan teman cowoknya dikamar, lumayan tontonan tidak perlu bayar alias free.

Besoknya pulang kerja, sambil tiduran dikasur menunggu Putri pulang ke kostnya.sekitar jam 21.30 saya dengar langkah kaki di kamar sebelah, kuintip lewat jendela, ternyata putri dan teman cowoknya pulang.

Gak sabar saya mulai ngintip lihat dari lubang di WC,cowok itu menunggu putri yang sedang mengunci pintu kamar kost, kemudian mereka berciuman sambil saling melepaskan pakaian.hitungan dalam beberapa detik saja mereka sudah bugil,putri jongkok di hadapan cowok itu yang kont*lnya setengah ereksi dan mengulum kont*l besar di depannya. Mulut putri hampir tidak bisa menampung seluruh kont*lnya.

beberapa saat penis kont*l cowok itu ereksi penuh karena permainan mulut dan lidah putri.Cowok yang tinggi besar mengangkat tubuh kecil putri ke kasur dan langsung menindihnya. Dengan sangat bernafsu cowok itu melahap susu kenyal punya putri.

Dari WC saya dengan jelas melihat muka putri yang lagi merem melek menikmati permainan lidah cowok itu apalagi lampu kamarnya dibiarkan tetap menyalah.

Selang sekitar 3 menit dia berdua ganti posisi 69. Mulut dewi disumbat dengan kont*l besar cowok itu. Dengan sangat bernafsu putri memainkan kont*l di mulutnya, sedangkan cowok itu sendiri sibuk memainkan lidahnya di clitoris putri, kulihat kaki putri mulai menegang dan paha putri menjepit kepala cowok itu.

Setelah puas, cowok itu duduk bersandar di head board dan putri duduk di pangkuannya dengan saling berhadapan. Dengan bertumpu pada lututnya, perlahan putri memasukan kont*l besar cowok itu ke lubang memek.kont*l cowok itu mulai menerobos masuk. Dia mendongak ke atas sedikit meringis saat menurunkan pantat bahenolnya agar Kont*l cowok itu masuk lebih dalam.
putri mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur, sedangkan cowok itu mejilati dan menyedot puting susu putri.goyangkan Sinta maju mundur makin lama makin cepat dan tidak beraturan, selang 10 menit tubuh putri bergetar hebat menikmati orgasme sambil mencium mulut cowok itu.

Mereka istirahat sebentar sambil mencumbui putri agar bangkit lagi. Dengan memainkan susu putri yang kenyal, dia bangkit lagi gairahnya, putir lalu mengangkangkan pahanya lebar-lebar, dari celah ini aku bisa lihat memek putri yang kemerah-merahan akibat gesekan kont*l besar cowok itu.

Dia menusukkan senjatanya ke memek putri dan mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur dengan keras, saking kerasnya sampai terdengar suara sayup-sayup, “plop plak pop plak”, dari benturan paha dia berdua.

putri seperti mendesah hebat setiap kali cowok itu menghunjamkan kont*lnya dalam-dalam. kont*l saya rasanya sudah tidak tahan menahan sakit karena tegang sejak dari tadi. Posisi ini tidak bertahan terlalu lama, cowok itu minta putri nungging dan dia menusukkan kont*lnya dari belakang, saya bisa melihat dengan jelas kont*l cowok itu keluar masuk menhantam memek putri.

sepuluh menit berlalu cowok itu menunggangi putri, perlahan-lahan gerakanya mulai tak beraturan apalagi putri juga ikut menggoyangkan pantatnya.

Akhirnya cowok itu mencabut kont*lnya dan menyodorkan ke putri, putri tanpa malu memasukkan kont*l yang baru keluar dari memeknya dan dipenuhi lendir memek itu kemulut. saya lihat putri menghisap kont*l cowok itu sambil tangannya sesekali ikut mengocok-ngocok kont*l cowok itu dan tak lama wajah putri sudah dilumuri cairan peju yang menyemprot keluar.

Saya lihat putri menjilati kont*l cowok itu sampai bersih.dia berdua ke kamar mandi, tapi sayangnya saya tidak bisa melihat situasi kamar mandinya dari sini. saya balik ketempat tidur saya tapi mata saya tidak bisa terpejam, dalam pikiran saya masih terbayang adengan panas putri dengan cowok itu. Membayangkan dia berdua, saya jadi tidak bisa tidur sampai pagi.

Beberapa hari berlalu, suatu malam yang sunyi saya dengar desahan dikamar sebelah, it’s show time, cepat-cepat saya lihat dari lubang kamar mandi dan ternyata mereka Threesome, putri, cowok itu dan temanya satunya lagi.

Sekarang saya tahu putri adalah mahasiswi bispak dan bisa dibayar untuk melayani cowok, hanya putri selalu memilih cowok yang bisa mengencaninya. cowok yang sudah dikenalnya dengan baik,putri tak sungkan mengajak bercinta dikost’annya.
putri kulihat sedang nungging sedangkan cowok itu memompa memek putri dari belakang, tangan putri berpegangan ke pinggir ranjang sambil melumat kont*l milik cowok satunya yang duduk di pinggir ranjang.saya baru tahu kalau putri benar-benar binal. Wow ini adegan yang sungguh sangat membuat birahi.

Cowok itu mencabut Kont*lnya dari memek putri dan menancapkanya lagi ke lubang pantat putri. cowok itu nampak mulai bernafsu, semetara putri berteriak kecil setiap Kont*l besar ini masuk lebih dalam. Dalam 8 menit cowok itu mencabut konto*lnya dan menumpahkan seluruh cairan spermanya di pantat putri.

Sementara cowok satunya lagi asyik menikmati permainan mulut putri, kemudian Putri di tempatkan di pinggiran kasur dengan posisi nungging sementara cowok satunya itu berdiri di lantai, di pingiran kasur dan bersiap-siap menusukkan senjatanya ke lubang pantat putri. Goyangan pantat cowok itu menimbulkan suara sayup-sayup,

“slepp slupp..”,.

kont*l cowok itu makin keras menghunjam pantat putri sambil tangannya meremas keras pantat bahenol putri. Datang dari kamar mandi si cowok pertama langsung ikutan nimbrung lagi, dia menyusup ke bawah tubuh putri dengan kaki menjuntai ke bawah dia memasukkan kont*lnya kedalam memek putri lalu menurunkan badan putri,cowok itu satunya lagi tetap berdiri dengan pkont*l menancap ke pantat putri, dia agak membungkuk karena badan putri merendah dan nempel ke tubuh cowok itu. Mereka mulai bergoyang, mulut putri dengan lahap menjilat dada bidang si cowok itu.

cowok kedua pantatnya kian keras bergoyang dan akhirnya,

“Croot.., croot.., criit”, pejunya tumpah dibongkahan pantat putri, sementara si cowk itu masih asyik menikmati goyangan putri dari atas, karena cowok satunya lagi tidak lagi menusukan senjatanya, putri lalu duduk bersimpuh di kont*l si cowok itu dan bergoyang maju mundur.

Tangan si cowok itu meremas susu kenyal milik putri, desahan putri makin hebat sampai akhirnya lemas terkulai di atas tubuh cowok itu.
cowok itu bangkit dan mulai menyodok lubang pantat putri yang lagi tengkurep lemas. Pluk…pluk…pluk..!!, bunyi pantat dan paha mereka beradu, selang beberapa menit si cowok itu membalikkan dan mengangkangi wajah putri sambil mengocok-ngocok kont*lnya sendiri, sementara putri tampak membuka mulutnya lebar-lebar ketika cowok itu menumpahkan pejunyanya dimulut putri dan tampak putri menelan cairan peju yang memenuhi rongga mulutnya itu.

Saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 01.08, saya berencana besok saya akan gak masuk kerja. Sampai jam 03.12 di kamar putri tidak ada aktivitas, mereka masih tertidur pulas dengan tetap saling berpelukan. Akhirnya saya tertidur karena bosan menunggu.

Jam 05.10 saya terbangun dan iseng kuintip lagi sambil kekamar mandi. Eh saya lihat tangan putri mengocok kont*l si cowok itu yang sedang berdiri setengah tiang. Kepala putri dituntun oleh laki-laki itu untuk melakukan blowjob.

Mulut putri yang kecil tampak mengembung akibat sumbatan kont*l si cowok itu. Setelah berapa saat akhirya tumpah juga isinya di mulut putri, si cowok itu akhirnya tertidur pulas lagi, sementara putri ke kamar mandi mungkin membersihkan mulutnya.

Jam 06.15 cowok itu bangun, berpakaian dan pamitan ke putri yang bermalas-malasan di kasur dalam keadaan tidak berpakaian. Setelah si cowok itu pergi, tak tahan menahan konak saya menyerbu masuk ke kamar putri dan mengunci pintu, dia kaget sekali melihat saya masuk kekamarnya, aku langsung membuka pakaian saya dan menindihnya.

Berberapa kali dia berontak, namun akhirnya kont*l saya bisa kutancapkan ke memeknya. Puas mengocok memeknya, saya minta dia nungging untuk menyodok lubang pantatnya. Dia menolak,

“put… kamu jangan munafik, cowok itu dua orang itu kenapa kamu kasih hah??”, saya keceplosan ngomong.

Dia bingung dan menanyakan dari mana saya tahu hal itu. Akhirnya saya menjelaskan aktivitas mengintip saya di kamar sebelah. Wajah putri tampak merah padam antara malu dan marah, apalagi saya jelaskan secara detil pergumulannya yang panas dan binal dengan cowok itu.

Akhirnya sekian lama menahan konak, saya mendapat blowjob dari putri, bahkan melakukan anal, dan penutup permainan dengan ngecrot di mulut mahasiswi bispak ini yang juga tak menolak ketika kuminta menelan cairan peju saya yang tumpah dimulutnya.

Selasa, 24 November 2015

Cerita Sex: Blow Job Pramugari Yang Nikmat

Blow Job Pramugari Yang Nikmat | Agen Poker Online Terpercaya


Namaku Fer, gue tinggal di pulau seribu pura… biasa dibilang Bali, memang aku bukan asli orang Bali, cuma karena pekerjaan yang menempatkan gue disana. tinggi badanku 179cm dengan berat 78kg umurku saat ini hampir 27th, aku memiliki kisah menarik 3th yang lalu.
Pada suatu siang tanggal 12 Sep 2004, HP ku berdering, gue liat nomernya koq bagus, tp gue gak kenal siapa ini, tp gue angkat juga kupikir ini nomer orang miliki orang gede, alangkah terkejutnya aku ketika kuangkat terdengar suara wanita yang serak-serak basah menyapa ku “halo ini Fer?” gue diam sesaat memory otak ku berpikir, siapa gerangan pemilik suara ini, rasanya aku pernah denger dan gak asing, tp gue lupa siapa, lalu ku jawab, “halo, iya betul ini Fer, ini siapa ya?” sambil aku berpikir..

“hei.. lupa ya ama gue, ini gue Tina”, langsung gue teringat, aku kenal baik cewek ini, dia gak temanku waktu kuliah. dulu waktu kuliah dia cukup jadi primadona di kls. umurnya di bawahku 1 tahun dan memiliki tinggin 164 cm, dengan berat 42kg, dengan ukuran BH 34B, yah gue kenal baik ini ce, tapi udah lama lost kontek, sewaktu aku pindah dari Jakarta.

“Hai Tina, lo sekarang dimana?”kataku,

“aku ada di Manado nih” jawabnya.

“ohh jauh banget ya.. ngapain disana?” balasku,

“ini lagi boarding mau ke Makassar?” jawabnya

“wah emang lo tinggal dimana sekarang, enak bener ya jalan2 mulu, emang kerja apaan sekarang?”, gue menyelidik,

“eh Fer, entar malem gue mau ke Bali, bisakan ketemu, udah lama nih gak ketemu?”jawabnya.

Otakku berpikir, emang ini orang kerja apa, katanya mau ke Makassar, tapi bilang mau ke Bali, “Tin katanya mau ke Makassar, tp malam mau ke Bali, emang gawe apa lo sekarang?” tanyaku mengulang pertanyaan ku tadi.. “hehehe , fer aku kerja jd pramugari?” tina berkata sambil tertawa..

gue :”oh… pantesan, emang u stay di Bali malam ini”

tina :”iya, bisa ya jemput aku di hotel”

gue :”pasti jawabku mantap, eh tp jam berapa?”

tina :”kalo gak delay jam 9an”

gue :”buset… ok deh, ntar kl dah sampe bali telp gue aja”

ya.. keluar dulu dah ke langgananku ku.. lamayan buang waktu dari pada diam seharian dikantor. setelah ngobrol ngarol ngidul, gue lirik HP ku, wah udah jam 4 neh, gue pamit pulang, lumayan dapet orderan walau cuma iseng doang. sambil nyetir mobilku tiba-tiba HP ku berbunyi… kupikir Tina telp, eh taunya pacarku yang telp, minta dijemput di kantornya, yah akhirnya kuputar mobilku menuju kantor cewe ku. kujemput ce ku dan kuantar pulang waktu itu baru jam 5an lebih dikit. setelah sampai eh ada aja halangan, ce minta ditemenin, karena ortunya belum balik dari kantor. dengan berbagai macam alasan, akhirnya gue cabut dari rumahnya…

sampe dikantor langsung gue absen keluar (suatu keharusan di perusahaanku) padahal jabatanku cukup tinggi di kantor cabang di Bali.

setelah mandi kutunggu jamnya sambil tidur2an, rasanya lamaaaaa sekaliii.

akhirnya jam 9.45 HP ku berbunyi… ini dia.. tepat sekali Tina telp mengatakan sudah sampe.

langsung kutancap gas mobil ku sedalam-dalamnya, akhirnya tiba juga di hotel nya. lalu ku telp tina, dia bilang masih owt kehotel…. weleh lama amat udah gak sabaran. 10 menitan aku tunggu akhirnya sebuah mobil tiba. kutunggu di lobi sembari dia mandi.

tak lama akhirnya muncul gadis dari arah lift dengan kaos ketat agak pendek sehingga terlihat sedikit perutnya yang putih mulus berwarna biru laut dengan setelan celana pendek jeans yang seksi memperlihatkan kakinya yang putih mulus… buat ngiler aja hehehehe

“maaf ya… nunggu lama?” tina berkata mengejutkan diriku yang terkagum-kagum melihat kedatangan Tina… abis waktu itu Tina tampak sedikit lebih berisi dari waktu kuliah… makin cantik aja nih orang.

“hallo fer pakabar… kaget ya liat gue, makin cantik kan gue?” Tina sambil mengulurkan tangan menjabat tanganku.

gue masih terpukau melihat kecantikan Tina… hehehehe… di Bali jarang nemuin ce cantik dengan fase chinese… emang sih Tina keturunan Chinesse..

“Halo… wah lo makin cantik aja” sambil ku ulurkan tanganku.

tak disangka waktu berjabatan tangan Tina langsung memelukku dan memberikan ciuman di pipi kanan dan kiriku… otongku langsung konak deh…

setelah Pelukan sebentar Tina melepaskan pelukanku dan berkata “fer mau kemana nih, ..eh tp kita makan dulu ya laper nih”

“boleh… lo mau makan apa.. berat apa yang ringan?”

“gue mau makan udang nih” jawabnya

“emmm dimana ya malem2 gini, oke deh kita jalan dulu aja…. nanti lo tinggal pilih aja, oke” gue berkata sambil merangkul Tina sambil mengajak melangkah menuju mobilku.

“..eeh tunggu.. tunggu…” Tina menjawab agak terkejut.

” kenapa.. mau makan jam berapa neh, udah malem, ntar keburu tutup?”

“…eemmm fer.. bolehkan gue ajak temenku…”, belum kujawab muncul lah temennya, lemes langsung kaki ini, yah koq ngajak temen.. gue bicara dalam hati.

“ini kenalin temenku” tina berkata sambil melepaskan rangkulan tanganku dan berbalik sambil menujukan temannya yang baru muncul dari arah lift.

kami berjabat tangan, “Gue Eva temen kerja nya Tina” Eva berkata dengan senyum yg manis.

“….eemm gue Fer temen tina waktu kuliah” jawabku mantap sabil mataku melirik toketnya, yang sedikit terbuka, malam itu Eva menggunakan kaos putih dengan kerah berbentuk v yang memperlihatkan belahan dadanya dan dibalut celana jeans ketat, wah terlihat pinggunya cukup besar dan agak nungging ke belakang, dengan fase nya mirip orang indo dan eva lebih tinggi dan lebih berisi dari si Tina..

setelah makan, kita naik mobil pelan pelan sambil ngobrol, “eh tina, mau kemana lagi nih?” gue memotong pembicaraan antara Tina dan Eva, yang waktu itu menunjukan pukul 11 lebih..

“terserah deh” jawabnya. “mau kemana udah malem gini…. karoke yuk” gue jawab sekenanya.. jawaban tak kuduga…

Bandar Ceme - Dewagalau

“mau-mau” jawab si eva 30 menitan setelah kita nyanyi di room, gue keluar beli inex. “apa tuh fer” tina bertanya waktu aku memasukan inex kemulutku.. “inex… obat nahan ngantuk” jawabku sekenanya..

“mau donk”jawab si eva.. ok aku belikan inex 2 butir, tapi mereka hanya makan 1/2 butir saja. ya ku simpan di sakuku… (akhirnya gue telen juga tuh inek) gak lama setelah itu… kita bertiga on bareng. dengan merangkulkan tangan kiri ku ke bahu Tina, dan tangan kanan kurangkulkan ke bahu eva. mereka asik mengeleng-gelengkan kepala udah kaya heli aja…. kuturunkan tangan kiriku merangkul punggung si tina, kusentuh toket kiri dari luar… kutunggu sejenak.. wah ini org diem aja, perlahan kuremas toketnya… tina langsung memandang mataku.. ku pikir dia marah, eh ternyata tina langsung mencium bibirku dengan ganasnya, tanpa malu padahal di samping kananku ada eva.. permainan lidahnya dimulai kubalas dengan gigitan lembut sewaktu lidahnya masuk dalam mulutku.

karena ganasnya serangan lidah dari tina, tangan kananku yang dari tadi merangkul di eva, kulepaskan, langsung ku peluk tina. posisi tina disampingku membuat tangan kiriku tergencet tubuhnya. tanpa habis akal ku angkat tubuh tina ke pangkuanku dan tubuh kita langsung berhadapan…. ciuman pun berlangsung lama… gue gak sadar lagi kalau di eva masih disampingku.. ku ciumi leher tina dengan ganasnya…

gue dan tina sedang asik2nya bercumbu, tiba-tiba lampu dinyalakan… rupanya si eva kesal karena kita anggap kerupuk… garing bgt.. hehehe.. kita berdua sadar dan melepaskan cuiman kita, dan tina memperbaiki duduknya yang selama lampu tadi kita padamkan.

“pulang yuk.. BT nih!!” eva ngomel karena dari tadi dia kita cuekin.. karena Tina juga baru kenal dengan eva (pas penerbangan ini mereka baru kenal rupanya).. bah…kont*lku udah ngaceng berat orang ini minta pulang… sebel bgt rasanya… karena gak enak, tina akhirnya mengajak pulang.

sesampainya di depan kamar hotel tina membisiki ku “udah malem ini fer nginep aja di kamar kita” (tina dan eva satu kamar) gue jawab “emang enak, ada di eva… ” ; “lo gak liat muka eva, dia jg nafsu kali”… mendengar itu adekku dibawah yang tadinya ciut langsung tegang… semangat 45 ….

eva langsung menjatuhkan badannya di kasur… aku masuk kamarnya, dan tina menutup pintu dan langsung mematikan lampu… kita melanjutkan pertarungan yang terhenti… (double bed)… kita berdua langsung masuk dalam selimut, nafsuku udah ampe ubun2 langsung kuciumi lehernya dan dengan cepat ku kulepas kaos dan BH tina, gak keliatan gelap banget, yang penting kita berdua telanjang dulu,

ku buka kaosku dan celana jeansku sampai bugil, gue tendang keluar kaos dan celanaku, tina pun dengan cepet membuka celana pendeknya nya, udah gak nahan kali ampe buru-buru bugil, nafsu gue sampe ubun-ubun udah gak tertahankan, ku arahkan mulutku di toketnya, ku jilatan dan hisapanku membuat tina seperti kuda liar, mendesah desah….

oh..aaahhh….ahhhh.. tangan kananku menopang tubuhku biar tina tidak terlalu berat, sedangkan tangan kiriku memilik2 toketnya.. 10 menit ku kerjai toketnya kiri dan kanan kucupang berkali-kali toketnya hingga berwarna merah.. jilatanku trus menuruni perut dan akhirnya kutemukan gundukan bukit bulu yang halus, lidahku trus menyusuri liang vaginanya, akan tetapi…. tina menarik tanganku,

“jangan.. sayang… aku jijik” dengan nafas tersenggal-sengal… kunaikan tubuhku menindih tubuhnya, mulutku mulai mencium leher nya yang putih dan kembali kita berpangutan penuh nafsu, tangannya mulai bergerak menuju terpedoku, dipegangnya lembut…

“sayang koq gede banget ya….”tina berkata ditelingaku sambil mendesah… “tin boleh kan gue masukin..” tanyaku. tina hanya menganggukan kepalanya dengan raut muka yang buat gue nafsu banget, kont*lku kuarahkan ke vaginanya, tina pun membantu menuntun kont*lku menuju miliknya…

“dorong sayang….” tina berkata sambil mendesah. kudorong kont*lku memasuki mem*knya… 1 cm.. 2 cm….. “aouww.. sakit… pppeelan-pelan sayang”.

“sakit ya… emang u masih perawan?” tanyaku… tina menggelengkan kepalanya.

“koq masih sakit padahal baru dikit”…”dulu gue pernah ngelakuin ini 1 kali ama mantan co ku, trus setelah itu dia menghilang” matanya berkaca-kaca…

“fer udah masukin aja gue nafsu banget” Tina berkata sambil membimbing kont*lku

ku pegang kont*lku dengan tangan kanan sambil membimbing kont*lku menuju mem*knya,… 1cm… 2 cm….ku lihat tina menggigit bibir bawahnya menahan sakit…

“sakit ya tin” bisiksu di telinganya

“udah gak apa trusin aja… gue gpp”…

karena nafsuku udah di ubun-ubun ku dorong paksa pinggulku perlahan tapi pasti…2cm.. 3cm…4cm…5cm…. kepala kont*lku sudah masuk semua, lalu ku dorong sekuat tenaga…. bleeess… “aaaaaccchhhh……” tina menjerit histeris..
“aduh…. sakit… sakit…” ku kecup bibirnya… agar teriakan Tina tidak membangunkan si Eva
kudiamkan kont*lku didalam liang vaginanya beberapa saat… terasa mem*knya memeras-meras kont*lku, rasanya seret… hangat dan nikmat banget…

setelah kudiamkan sekitar 2 menitan, ku coba menarik kont*lku.. “aaahhh.. tunggu sayang, masih sakit” Tina mendesah..

kudiamkan kont*lku didalam mem*knya sambil kita melakukan frech kiss yang dasyat…

pelan-pelan ku tarik kont*lku…lalu secepatnya ku masukan lagi… berkali-kali kulakukan… cairan cinta Tina mulai keluar dan Tina muali merasa enak. Tina hanya mendesah desah…

ahhh…ahh..ahh..ah..oh…ohh… pinggul Tina mulai mengikuti irama genjotanku dan nafasku mulai membara… sama seperti Tina yang tak mau kalah mengoyangkan pantatnya mengimbangi tusukan kont*lku pada mem*knya, setelah 10 menitan aku menggenjot mem*knya… tiba-tiba kakinya disilangkan pada pinggulku, sehingga posisi kont*l gue memasuki mem*knya lebih dalam… tina pun mengerang…

ah…ahh…aaahhhh……aahhhh….. aaaaaaaaahhhhh… gue tau Tina pasti mau keluar, genjotan kont*lku di liang vaginanya ku percepat dan kutusuk mem*knya dalam dalam sehingga terasa mentok dalam bibir rahimnya.. Tina hanya bisa mendesah …

aaah..ahhh…aaahhh..aahhh…aaaahhh…. tak lama gue rasakan mem*knya berdenyut-denyut dan…. aaaahhhh…..aaaaahhhh….aaaaaaaaaaaahhhhhhhh… rupanya Tina telah orgasme untuk yang pertama kalinya… begitu dasyatnya…. membuat tubuh Tina bergetar tak lama kemudian kont*lku terasa hangat tersiram cairan miliknya.

ku diamkan kont*lku didalam mem*knya… setelah itu tina melemas dan melepaskan lilitan kakinya dan tangannya, “sayang…. enak banget, gue belum pernah seperti ini, fer lu emang luar biasa…..makasih ya” Tina berkata sambil mengatur nafasnya, kemudiang Tina mencium bibirku, padahal waktu itu gue belum ngerasa apa-apa, mungkin pengaruh dari inex tadi…

kulanjutkan genjotanku, mem*knya licin sekali membuat bunyi yang menambah nafsuku..

30 menit sudah berlangsung setelah tina orgasme yang pertama… pinggulku cape sekali tp gue belum merasakan tanda-tanda mau keluar.. entah sudah 3 atau 4 kali lagi tina ber orgasme dalam 30 itu…

pada saat tina menunjukan dia mau orgasme kali tiba-tiba selimut di tarik oleh eva, dan lampu kamar dinyalakan..

“lo ini, ganggu orang tidur” suara eva mengagetkan kami. akan tetapi waktu itu tina ingin mengalami orgasme yang enah keberapa kali kakinya dililitkan ke tubuhku dan tangannya memeluk tubuhku sehingga, tubuh kami bersatu dengan kuat, tina mendesah aaaahhh…aahhh….aaahhhaaa…aaaaaahhhhhh…. tanpa mempedulikan lampu yang menyala dengan terang dan selimut telah di buka oleh eva….

gue merasa malu banget, tp mau dimana kaki dan tangan tina memeluk erat tubuhku.

setelah Tina mengalami orgasme… akhirnya tina melapaskan pelukannya…. dan tubuhku berguling kesamping kemudian tina berdiri dengan tubuh telanjang tanpa malu dan ngeloyaor ke kamar mandi sambil berkata “eva lo mau nyobain, tuh kont*l fer masih berdiri…

” sambil matanya menatap mataku.. kilirik eva.. rupanya eva sedang terkagum-kagum melihat kont*lku masih berdiri.

“fer, lo mandi dulu gih… badanmu berkeringat dan itu dicuci juga ya.. emoh aku bekasan tina” si eva berkata sambil telunjukan telunjuknya menunjuk kont*lku, Tak ku pedulikan omongan eva, gue langsung masuk kekamar mandi yang disana sdh ada si Tina lagi mandi.

kont*lku trus berdiri padahal air mandinya dingin banget….

tina nyeletuk “wah hari ini lo hoki bangeet bisa nidurin 2 pramugari dalam semalam…. hahahah” sambil menyabuni kont*lku… dikamar mandi kita mandi berdua… kami menyabuni satu dengan yang lain.

“Wah… Fer lo gak bener deh…. liat toket gue pada merah-merah lo cupang, awas ya.. nanti pasti aku bales” Tina berkata sambil menyabuni tetek nya.

gue cuma tersenyum dan meninggalkan tina dikamar mandi sambil mengeringkan badanku dengan handuk hotel.

kulihat Eva sedang tiduran di kasur.

“..buset… itu meriam apaan gak loyo-loyo… padahal udah dimandiin”

“hehehehe… ini bukan meriam, ini rudal skud” gue menjawab sambil menunjuk kan telunjukku ke arah kont*lku yang masih berdiri walaupun terlilit handuk.

kudekati Eva, yang sedang terbaring di kasur…. waktu gue mau cium bibirnya, eva memalingkan wajahnya, menghindari ciumanku…

“ini makan permen dulu, biar mulutnya wangi” Eva berkata sambil memberikan aku permen rasa mint.

ku ambil sebatang rokok marlboro kuselipkan di bibirku sambil duduk di pinggir kasur Eva. setelah duduk ku nyalakan rokokku dan ku hisap dalam2 rokok ini, wah nikmat banget… tak lama tina keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk menutupi toketnya, kemudian dia membuka kopernya dan memaik baju tidur didepan kami.

“eh gue bobo dulu ya… nanti lo jangan berisik…” Tina berkata sambil membereskan tempat tidurnya yang berantakan sehabis pertempuran kita.

gue nikmati rokok ku dan ngobrol dengan eva sembari mnghabisi rokok… tangan Eva mulai mengelus pahaku dan menyibakan handuk yang ku pakai, maka nampaklah kont*lku yang masih berdiri, walaupun tidak maksimal.

Eva mulai melakukan pijitan-pijitan lembut di kont*lku… kemudian aku geser dudukanku membuka handuk, sehingga gue bugil gue nikmati rokok ku dan ngobrol dengan eva sembari mnghabisi rokok…
tangan Eva mulai mengelus pahaku dan menyibakan handuk yang ku pakai, maka nampaklah kont*lku yang masih berdiri, walaupun tidak maksimal.

Eva mulai melakukan pijitan-pijitan lembut di kont*lku… kemudian aku geser dudukanku membuka handuk, sehingga gue bugil

kumatikan rokok yang sedang kuhisap, rupanya eva sudah mengerti, eva menggerser melepaskan pijatan pada kont*lku dan menggeser posisi tidurnya memberi ruang untuk aku menindih tubuhku. Eva masih berpakaian lengkap. mulai ku cium pipi kirinya dan ciuman ku bergeser ke arah bibirnya sedangkan tangan kiriku mulai memeluk tubuh eva.
5 menit sudah kita beradu lidah.. tangan kananku menopang tubuhku dan tangan kiriku mulai bergerak menuju toket indah milik eva.. gue elus lembut koket kanan eva… rupanya eva udah gak sabaran, dia mendorong tubuhku terlepaslah ciuman kita.

dengan cepet eva membuka kaosnya, gue pun membantu dia membuka kaos dan BH nya yang berwarna krem.. nampaklah toket eva yang menantang… membuat nafsuku kiat meningkat.. lalu langsung ku emut toket eva yang ber ukuran 34 c itu, pentilnya masih kecil banget dan berwarna merah mudah sama seperti warna bibirnya…

kuhisap dan ku jilati pentil toket eva dengan ganasnya… eva hanya mengerang keeanakan…

“..uuuuhh….uuuhhhhh….aaaaahhhh….aaaahhhh…a aahhhh…”
“say gigit donk…..” eva berkata dengan suara yang penuh nafsu..

tanpa aba-aba ke 2 langsung ku gigit-gigit toket kanannya…. sedangkan tangan kananku mulai berusaha membuka celana jeans eva, eva membantu membuka celana miliknya. dan eva mengangkat pantatnya untuk memudahkan tanganku untuk melepas celana panjangnya. karena kesulitan..

kulepas dulu kuluman mulutku pada toketnya dan melepas celananya sekaligus menarik lepas celana dalamnya yang berwarna krem…

terlihatlah gundukan diselangkangannya ditumbuhi bulu-bulu tipis yang tersusun rapi… wah eva ini memperhatikan juga bagian sensitifnya, pikirku.

setelah eva telah telanjang tanpa sehelai benang ditubuhnya ku pandangi sejenak tubuh eva yang membuat andrenalinku meningkat….

Eva pun langsung menutupi daerah sensitifnya dengan tangan sambil berkata “..apaan sih koq liatnya kayak gitu, buat gue takut….”

aku hanya tersenyum dan mulai mencium bibir eva dengan lembut. eva pun membalas ciumanku dan tangan kirinya memeluk tubuhku dan meremas kepalaku, sedang tangan kanannya turun menyusuri tubuhku menuju terpedoku…. dan eva mulai mengocok-ngocok kont*lku dengan lembut… gue pun tak mau kalah ciumanku mulai turun ke dagunya….

 lehernya…. sampailah di toketnya, langsung ku terkam toketnya yang menantang… gigitan lembut membuat tubuh Eva bergetar… sedangkan tangan kiriku mulai bergerilya di toket kanannya… ku pilin-pilin dengan lembut puting susunya….

“….uuuuhhhh…..aaaahhhh…..aaaaa….aaaaahhh.. ..uuuhh……aaaaaahhh….. “desahan Eva mulai tak ber aturan

nafasku pun sudah naik turun….
“… feeerrr… gue udah gak tahan… lo masukin aja deh…”

langan kiriku kuturunkan menuju vaginanya… ouw.. mem*knya sudah basah sekali… ku belai lembut bulu-bulu halusnya… dan ku gosok pelan-pelan bibir vaginanya yang sudah basah… jari tengahku mulai ku masukan sedikit-sedikit dengan trus ku gesek-gesekan di bibir vaginanya…

“….aaa….aaaaahhh….aaa…..uuuhhhh…..aaaahh ….aaaaaaaa…….”erangan eva semakin menjadi-jadi

“feeeerrrr…. masukin donk…. pleaseeee….. ” pintanya sambil memelas.

aku hanya tersenyum bergeser turun sambil mulai berjongkok berhadapan dengan tubuh eva.
kuatur posisiku dengan tangan kanan menahan tubuhku dan tangan kiri memegang kont*lku sembari mengarahkan ke mem*knya, tangan kanan eva memegang kont*lku dan membantu menepatkan posisi kont*lku pas dengan liang vaginanya… setelah pas kepala kont*lku pas dengan vaginanya kudorong pantatku perlahan…

“say.. pelan-pelan ya….. sakit” kata eva

“iya… tenang aja….”

perlahan lahan kont*lku mulai membelah vaginanya….

“……sssttttt….” eva menahan nafasnya

“ouwww…. pelan pelan say..” ujarnya lagi

“iya..” jawab ku sambil mataku melihat kepala kont*lku mulai memasuki mem*k eva.

sediki demi sedikit kepala kont*lku masuk sedalam mem*k eva… karena vagina eva yang masih sempit walaupun sudah tidak perawan lagi, terlihat bibir vaginanya tertekan masuk karena kepala kont*lku memang cukup besar dengan diameter 4 cm.

“…..aaaaddduuhh.. sakit…” eva mengerang. padahal kepala kont*lku hampir masuk semua..

kutarik kont*lku keluar dulu… gue gosok-gosokan kont*lku di bibir vaginanya…. eva hanya bisa mendesah-desah “…aaaa…..aaa…..aahhhh..aaahhh…” ku coba kembali memasukan kont*lku…

tangan eva pun berusaha membantu…

“va tahan dikit ya….” kataku

“iya tapi sakit sayang… lo pelan-pelan yaaa..” jawabnya

ku pegang kont*lu dengan tangan kanan dan kuarahkan kont*lku dipaginanya.

eva membuka kakinyalebar-lebar.. sehingga vaginanya terbuka sedikit.

setelah kont*lku tepat didepan vaginanya, kudorong kont*lku perlahan.

eva hanya bisa mendesis menahan sakit sambil menggigit bibir bawahnya.

1cm… 2cm… 3… 4cm… akhirnya kepala kont*lku masuk semua…

ku tahan posisiku dulu, biar mem*k eva melakukan penetrasi terhadap kont*lku…

kilirik muka eva… terlihat eva meringis kesakitan… kemudian eva memberikan senyuman walau terlihat kesakitan.

lalu ku cim bibirnya sambil tangan kanan ku menopang tubuhku, agar kont*lku tidak terdorong masuk selama beberapa saat..

setelah eva sidikit menikmati ciumanku, mulai kudorong kont*lku perlahan… setengah batang kont*lku sudah memasuki vaginanya… dan “blleeeeeess….”

akhirnya kont*lku tertelan masuk dalam mem*knya…

eva langsung memeluk erat tubuhku menahan sakit…”….aaa…..aaaaa….sssstttt…..aaaahh. .”

kudiamkan sejenak kont*lku agar eva merasa enakan..

“fer goyang donk… pelan-pelan yaaa…. masih sedikit nyeri”

kutarik perlahan dan kugoyang kan pinggangku… setelah 2 menitan.. mulai kugoyang agak cepat.
“masih sakit say…”tanyaku

“enggak… enak koq…” jawabnya

ku percepet genjotanku pada mem*knya.. 5 menit sudah kita berpacu, goyangan demi goyangan berlalu… mulai eva menunjukan gejala orgasme, pinggangnya mulai cepat mengikuti irama goyanganku.

“fer.. gue mau keluar nih… , cepet fer..”

tak lama kemudian eva mengerang “….aaaa….aaaahhh…aaaahhh…….aaaaaaa…..a aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh…..” sambil tangannya memeluk tubuhku erat.

“sayang…. enak banget… ” sambil mengecup bibirku,setelah itu tubuh eva melemas tak berdaya.

gue merasa belum ada tanda-tanda mau keluar… trus saja aku genjot tubuhnya…

“va… u diatas donk, cape nih…” pintaku, eva hanya menggangukan kepala. ku tarik kont*lku dari vagina eva.

ku balikan tubuhku dan tidur terlentang di kasur, kemudian eva mengangkang diatang tubuhku, setelah tepat eva mengarahkan kont*lku tepat dimem*knya dan langsung menekan tubuhnya, ….bleeess… kont*lku langsung terbendam dalam mem*knya.

kemudian eva mulai menggoyangkan tubuhnya….”ahhh….aaaa…aaaahhh….aaahhhhh… aaaa…..aaaahhh…” desahan eva mulai lagi.

nafasku mulai tak beraturan …..ssssttttt…. aaaa…. sssstttt….. aaaaahhhh

setelah 10 menitan… eva meminta untuk tukar posisi lagi, “fer cape nih goyang trus…”

kemudian eva menarik tubuhnya dan terlepaslah kont*lku dari mem*knya.

kemudian dengan gaya porposional (standart), kutindih tubuhnya, dan kuarahkan kont*lnya kedalam mem*knya…

“bblleeeeesss…..” kembali kont*lku menyerang mem*knya…

ku goyang kan pantatku dengan cepet… baru sekitar 5 menitan…. tubuh eva kembali bergetar hebat…

fer aku keluar lagi…. aaaaahhhh……aaaahhhhh…..sssttt….. uhhh…. aaa….aaahh ….. aaaaaaaaahhhhhhhhh…..” erangan eva setelah orgasme yang ke 2

tubuh eva kembali melemas.

“fer lo masih lama kah? udah cape nih”

“ini bentar lagi?” sambil aku trus menggenjot tubuhnya

“burungmu kuat banget sih…”

“udah lo nikmati aja…” tak kuhentikan kocokanku dalam mem*knya

“fer nanti keluarin di luar aja ya… gue takut hamil” katanya terlihat sayu

karena gue mulai ada tanda-tanda mau keluar tak kuhiraukan tubuh eva yang lemas itu. trus dan trus ke genjot dengan penuh nafsu…

dinginnya ac tak terasa bagi kita… tubuh gue dan eva terlihat mengkilap bermandikan keringet…

setelah 10 menit berlalu… gue merasakan mau keluar.. ku percepat goyanganku….

“….aaaahhh…aaahhhh….aaaaa……uuuhhhh…..a aaahhh….” eva pun kembali nafsu

pantatnya mulai bergoyang mengikuti gerakan ku

“say… gu mau keluar nih” kataku

“sama gue juga” jawabnya

tak lama kont*lku mulai berdenyut-denyut mau mnyemburkan cairan kepuasan

kepercepet goyanganku….aaahhh….sssttt…..aaaa….ssss… ……aaaaahhhh..

“va aku keluar nih…. ”

ketika gue mau cabut kont*lku

“tahan…. aku jg mau keluar” kedua kaki eva dililitkan dibelakang pantatku melarang aku mencabut kont*lku

“….sstttt…..aaaahhhh…..aaahhhhh…..aaaahhhh …aaaaah……aaaa….aaaaaahhhhhhhh” akhirnya karena aku sudah tak bisa menahan lagi muncratlah spermaku didalam rahimnya wah nikmat banget rasanya….

karena eva mau keluar dia menggoyang-goyangkan pantatnya dan akhirnya…
“aaaahhh….aaaaahhh….ssttt…..aaaaahhhhh…..a aaaaaaaahhhhhhh” erangan eva setelah orgasme…

lilitan kaki eva mulai mengendur dan akhirnya terlepas…

kudiamkan sejenak tubuhku, menikmati orgasmeku yang panjang…

kupandang wajah eva yang terlihat lemas sekali.

“fer… lo dah keluar….”

aku hanya menggangukan kepalaku..

“hah!!!… lo keluarin di dalem ya..?, fer… kalo gue hamil gimana nih…” eva berkata terlihat ketakutan.

“abis gimana, waktu gue mau cabut lo malah tahan badan gue”

“ya mao gimana… aku juga pas mau keluar…” sahutnya

“nanti kamu cuci aja yang bersih pake air dingin” kataku

“emang ngaruh…” sambil eva mendorong tubuhku sehingga kont*lku terlepas dari mem*knya

kemudian eva ngeloyor ke kamar mandi… tak lama kudengar suara shower di kamar mandi.
langsung kususul yang sedang mandi.

“menurut kedokteran sih, sel sperma akan mati bila terkena suhu yang dibawah 32 derajat celsius” kataku setiba di kamar mandi

“masa sih…” eva menjawab.

“ya suhu badan manusia normal kan 36-37,5 derajat celcius, lo sempot aja vagina mu dengan air shower dingin, kalo bisa airnya sampe masuk kedalam vagina” eva melakukan apa yang telah ku katakan.

seusai mandi. kulihat HP ku, udah jam 6 pagi lebih neh, kami membereskan tempat tidur dan gue tiduran disamping eva, jam 7an ku telp bagian HRD dikantorku untuk meminta ijin kalo hari ini gue gak bisa kekantor karena gak enak badan….. hehehehehe… gue masih penasaran ama mem*k Tina dan Eva, karenakatanya hari ini mereka libur dan baru besok pagi-pagi baru berangkat ke Jakarta. masih ada waktu seharian untuk ngentok ama 2 org pramugari ini… heheheh. 

Cerita Sex : Wanita Kuliah Yang Menantang

Wanita Kuliah Yang Menantang | Agen Poker Online Terpercaya


Cerita ini merupakan kisah pribadi saya yang terjadi sekitar tahun 1999. Cerita ini berawal ketika saya mulai melanjutkan studi di satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung. Saya sendiri datang dari daerah yang terpencil jauh dari keramaian dan pergaulan kota.

Perkenalkan nama saya Kaka, umur sekarang 25 tahun. Saya dibesarkan di keluarga yang sangat keras. Walaupun bukan dari kalangan militer, namun ibu selalu mendidik saya dengan keras. Dan hasilnya memang terbukti, saya menjadi anak mami yang super penurut dan alim. Dalam hal pendidikan pun saya selalu masuk ranking.

Kerasnya dalam mendidik saya, telah menjadikan saya sebagai seorang pemuda ‘kuper’. Saya tidak biasa mengikuti trend mode terbaru yang selalu ditiru oleh pemuda-pemuda lain. Tapi biarlah itu tidak terlalu masalah bagi saya. Ibu sangat melarang keras saya untuk mempunyai pacar, alasannya takut mengganggu sekolah. Namun bagaimana pun pembaca, saya ini seorang pria normal yang membutuhkan teman wanita untuk berbagi cerita suka dan duka.

Secara diam-diam saya menjalin kisah cinta monyet di SMA kelas 2. Namanya Lulu, dia anak orang kaya, orangnya cantik, pintar, pokoknya saya cinta banget sama dia. Saya dan dia kebetulan beda kelas, namun saya tetap berhubungan dengan dia selepas bubaran sekolah. Kisah cinta saya dengannya berjalan normal-normal saja. Namun terus terang saja saya kalah agresif dengannya. Saya sendiri sangat malu untuk sekedar menciumnya, walaupun hasrat di hati sangat menggebu-gebu.

Hari demi hari saya lalui dengannya sampai akhirnya saya harus pergi ke kota Bandung untuk melanjutkan studi. Sewaktu pergi saya beranikan diri untuk sekedar memberi ciuman sebagai tanda perpisahan. Lucunya.. waktu saya menciumnya, justru dia yang malah mendahului saya, sehingga saya gelagapan sekaligus senang dan nikmat sekali rasanya. Bibir kami saling berpagut hampir 5 menit. Saya pun menikmati permainan ini.

Keesokan harinya, saya pergi ke kota Bandung. Perasaan sedih menghinggapi diri, ketika melihatnya menitikkan airmata untuk melepaskan kepergian saya.

Saya pun akhirnya kuliah, setiap bulan saya selalu berkomunikasi walaupun hanya dalam selembar surat. Saya tidak dapat pulang setiap bulan menemuinya, karena walaupun pulang saya tidak dapat menemuinya karena ibu akan sangat marah kalau saya ketahuan pacaran. Yang lebih parah lagi, kalau ketahuan saya pacaran, biaya kuliah saya akan dicabut.

Tidak terasa saya sudah hampir 5 semester, dan selama itu pula saya tidak berjumpa dengannya. Padahal saya sangat rindu berat untuk bertemu dengannya, hingga suatu peristiwa datang menghampiri kehidupan saya yang merupakan cerita perubahan hidup saya.

Kisah ini terjadi sewaktu saya turut serta dalam sebuah acara kampus, tepatnya penerimaan mahasiswa baru. Tidak sengaja, saya berjumpa dengan seorang mahasiswi, dan ya ampun.., dia itu wajahnya mirip sekali dengan Lulu pacar saya di SMA itu. Wajahnya, bodynya, rambutnya, pokoknya segalanya dech, namun yang ini, lebih seksi, terlihat dari bentuk payudaranya yang aduhai.

Lanjutnya saya pun menjalin kisah asmara dengannya. Namanya Hani, asalnya dari Sumatra, dan kebetulan saya satu fakultas dengannya. Kisah asmara ini berbulan-bulan berjalan tanpa sepengetahuan ibu.

Suatu hari saya mengajaknya ke kontrakan saya di sekitar jalan Setiabudi. Di kontrakan saya, dia menonton televisi, sedangkan saya hanya memandangi wajahnya yang menurut saya itu adalah Lulu. Kebetulan waktu itu Hani memakai pakaian kaos ketat warna hitam, sehingga nampak sekali payudaranya menonjol.
“Kenapa lihat-lihat, ada yang aneh?” tanya Hani ketika saya sedang memperhatikannya.
“Nggak.. cuma lagi menikmati ciptahan Tuhan.” jawab saya.

“Ciptaan Tuhan..?” ujar Hani sambil menatap saya.

Saya tatap matanya yang bening, saya dekatkan wajahnya, lalu secara refleks bibir saya mendekati bibirnya.

“Jangan ach..,” ucapnya sambil memalingkan wajahnya.

Namun kerinduan saya terhadap Lulu telah mendorong saya untuk lebih berani mendekatinya. Saya peluk dia dari belakang, tangan saya memeluk kedua perutnya, sedangkan wajah saya menciumi rambutnya. Saya gesekkan hidung terhadap rambutnya, akh… wangi sekali rambutnya.

Kali ini Hani diam saja. Pelan-pelan saya tarik tangan ke atas menyentuh payudaranya. Hani pun hanya terdiam dan nampaknya dia pun sangat menikmati permainan ini. Akh.., besar sekali payudaranya, tangan pun hampir tidak muat memegangnya.

Masih dalam balutan kaos ketatnya, saya remas perlahan payudaranya.

“Akh..!” Hani mendesis.

Mulut pun beralih ke belakang telinganya, dan.. Hani membalikan tubuhnya, lalu bibirnya mencium bibir saya. Saya kaget sekaligus senang. Saya kulum bibir tipisnya, berpindah dari bibir atas ke bibir bawah, begitulah seterusnya sampai saya hampir merasa kehabisan napas.

Sementara bibir kami saling berpagut, kedua tangan pun mulai beraksi menggerayangi payudaranya. Saya masukkan tangan ke dalam baju ketatnya, dan terasalah ‘gunung kembar’ yang cukp besar. Walaupun masih terbungkus BH, namun tangan saya dapat dengan leluasa meremasnya.

“Kamu nakal..!” ucap Hani sambil melepaskan pagutannya.

Namun saya terus memburunya, kali ini ciuman saya arahkan ke bagian lehernya yang jenjang.

“Oh… Ohh… shh.. akh… terus.. terus..!” desah Hani sambil menekankan kedua tangannya ke kepala sehingga wajah saya amblas di lehernya.

Setelah puas tangan ini meremas kedua ‘bukit kembar’-nya, kali ini saya tarik ke atas baju ketatnya, perlahan tapi pasti. Nampaklah kedua payudaranya yang putih dan mulus, sementara penis ini sudah menegang dan menyilang di dalam celana dalam saya.

Nampak kedua gundukan payudaranya terbungkus BH berwarna hitam. Saya tarik tali belakang BH Hani, dan ola-la… Kali ini Hani sudah tidak memakai BH lagi dan nampaklah sepasang payudara yang besar dan putingnya yang berwarna kemerahan. Saya cium, saya kulum, lalu sedikit gigit putingnya.
“Oshh… achh.. hh… ngg..!” Hani meracau merasakan kenikmatan indahnya permainan ini.

Saya pindahkan ciuman ke payudara sebelahnya dan Hani pun melenguh kenikmatan.

Sementara itu tangan Hani mulai membuka kemeja saya. Satu demi satu kancingnya terlepas, sehingga saya pun tidak memakai baju lagi. Puas memainkan kedua payudaranya, bibir saya mulai memainkan pusarnya dan lagi-lagi Hani melenguh kegelian.

Kali ini birahi sudah sampai di ubun-ubun. Saya buka celana jeans-nya yang membalut pahanya, dan ternyata Hani memakai celana dalam berwarna pink bermotifkan renda. Saya tarik celana dalamnya, nampaklah vagina Hani yang indah, bulunya masih sedikit. Lalu kali ini ciuman saya arahkan ke vaginanya.

“Oh… ah.., shh.., Kaka.. aku udah mo keluar..!” ujar Hani sambil menggelinjang.

Kepalanya menggelinjang ke kanan dan kiri, sedangkan rambutnya sudah acak-acakan. Saya jilat kemaluan Hani yang berwarna sedikit kemerahan, kemudian menyedotnya.

Tiba-tiba..,

“Aku keluaaar..!” ujar Hani sambil memelu tubuh saya keras-keras.

Sementara jari tangan saya membantu memutar liang kemaluannya agar Hani dapat merasakan orgasme yang luar biasa.

Melihat peristiwa itu saya sendiri sudah tidak tahan. Saya lepaskan celana jeans saya termasuk celana dalamnya, sehingga kami benar-benar bugil alias telanjang. Hani sendiri nampak kaget melihat penis saya. Penis saya memang tidak terlalu besar namun cukup panjang. Penis saya sudah tegang dan sudah siap untuk tinggal landas.

Nampaknya Hani sudah mengerti kalau saya sudah tidak tahan lagi. Lalu tangannya membimbing penis saya ke lubang kenikmatannya. Saya tekan perlahan batang penis saya ke lubang vagina Hani. Susah sekali. Lalu saya dorong pantat ke depan dan perlahan tapi pasti kepala penis saya masuk ke lubang kenikmatan Hani.

“Oh.. terus. Terus.., dorong lagi..!” ujar Hani kegelian.

Kepala penis saya sendiri terasa ada yang memijat-mijat, enak sekali rasanya. Lubang kemaluan Hani sangat kecil, sehingga penis ini tearasa sangat terjepit. Saya dorong lagi pantat dan bles.., seluruh batang kemaluan saya masuk ke lubang vagina Hani.

Kemudian setengah penis saya tarik keluar, lalu dorong ke dalam seperti gerakan orang sedang push-up.

“Oh.. yes.. yes… terus… terus… aku mo keluar lagi..!” ujar Hani sambil merem melek.

Saya percepat gerakan memompa sehingga terdengar bunyi yang unik yang keluar dari dalam liang senggama Hani. Sementara saya pun sudah mulai merasakan orgasme, saya percepat gerakan push-up, dan tiba-tiba saya merasa sperma mulai mengumpul. Dan, crot.. crot… crot..! Keluarlah sperma diiringi rasa nikmat yang luar biasa.
Hari-hari berikutnya kami sering mengulangi permainan ini, tentunya dengan variasi dan posisi yang berbeda.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya pun sering memakai ‘pelindung’ yang kadang Hani sendiri yang menyediakannya.

Ternyata bercinta itu mengasyikan, layaknya bermain sepak bola. Dimulai dari fore play sampai kenikmatan yang tiada bandingannya.

Sementara itu, Lulu nampaknya tidak kuasa menolak keinginan orangtuanya untuk menikah dengan pria pilihan orangtuanya.

Saya sendiri tidak dapat berbuat apa-apa. Ucapan saya padanya hanya satu, “Semoga kamu bahagia.”

Kisah cinta saya dengan Hani akhirnya kandas setelah Hani pulang ke Sumatra dan tidak pernah mau menghubungi saya lagi.

Permasalahan yang kami hadapi sudah membuatnya melupakan lagi diri saya.

Kini saya hidup sendiri lagi dan tentunya tidak dapat merasakan indahnya bermain cinta. Selamat jalan Lulu dan Hani sang pengganti.